Beranda » Inspirasi » Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Memperkuat UMKM

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dengan Memperkuat UMKM

13 January 2020 - Ruang Toko

Koran Sindo - Prioritas pembangunan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan mampu menjadi instrumen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Dengan demikian mampu memberikan kesejahteraan yang lebih merata di masa depan.

Oleh karena itu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) melihat pemerintah harus memberikan fokus dan perhatian lebih besar lagi bagi penguatan UMKM di Indonesia sehingga bisa naik kelas dan memiliki ketangguhan dalam mendongkrak ekonomi.

Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi kerisis. Hal ini pun ditegaskan oleh Suhaji Lestiadi, analis Usaha Mikro Kecil dan Menengah, saat krisis global UMKM sudah terukti bisa menjadi kekuatan untuk sektor ekonomi sehingga perekonomian Indonesia mampu bangkit kembali di tahun-tahun selnjutnya. 

"Dengan mendorong UMKM naik kelas dapat mengurangi tingkat kemiskinan sekitar 20% atau setara dengan mengeluarkan 5 juta orang dari kemiskinan. Selain itu dapat mengurangi tingkat ketimpangan sekitar 4%," jelas Suhaji.

Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktifitasnya. Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan juga penyediaan bahan baku.

"Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk membuat UMKM sebagai kekuatan ekonomi baru, salah satunya harus ada kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha," jelas Suhaji. Suhaji menambahkan, strategi awal yang harus diperhatikan adalah pemerintah dalam hal ini Kemenkop dan U?MKM dapat memberikan akses pasar yang lebih luas bagi UMKM baik sektor produksi dan jasa.

Selain kemudahan akses, dukungan pembiayaan yang mudah. Seperti pemberian keredit untuk para pelaku usaha UMKM yang ingin mengajukan modal usaha. Strategi selanjutnya dengan meningkatkan daya saing produk UMKM dengan mendorong UMKM memiliki standar kualitas mutu tertentu. "Pengemangan kapasitas manajeman SDM, pelaku UMKM dengan terus melakukan pendampingan baik secara online dan offline," jelas pengamat ekonomi, Rusli Abdullah.

Rusli menambahkan, jika beberapa strategi tersebut dilakukan diharapkan UMKM bisa menjadi bagian dari globa value chain. Kemudian bisa melahirkan enterpreneur baru itu yang akan kita tuju dalam 5tahun kedepan.

Perlu adanya trobosan yang harus dilakukan oleh para pelaku UMKM itu sendiri. Seharusnya para pelaku usaha bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisa memasarkan produknya, dengan begitu pangsa pasar UMKM jadi semakin luas.

"Kuatnya UMKM dalam membangun perekonomian Indonesia karena keunggulannya di beberapa faktor yakni kemampuan fokus yang spsifik, fleksibilitas nasional, biaya rendah, dan kecepatan inovasi,"tambah Rusli. UMKM bisa menjadi kekuatan ekonomi baru jika terus didorong dan dikembangkan dengan dukungan penuh dari pemerintah. UMKM membutuhkan dukungan akses pemodalan dan bantuan pemasaran.

"Kendala utamanya adalah akses untuk pengadaan modal dan juga pasar yang semakin sulit, hasil karya UMKM kalah bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Sehingga pemerintah harus memperhatikan dengan baik pengembangan UMKM sebagai kekuatan ekonomi," jelasnya.

(don)


SHARE:

Home

Belanja

Keranjang

Masuk